Saturday, January 24, 2015

Update!

Assalamu'alaikum! Heyho freni! Admin mau nyampain kabar gembira untuk kita semua! tigabelas lagi ada acara! Akan hadir dan yang paling berkilau! penuh pesona persahabatan! ACEX 2015 Amazing!
Admin buat lagu sendiri haha! o,ya sekaligus mau ngasih tau nih. tentang acara yang palingditunggu-tunggu semua orang, acara yang apapun jadinya itulah yang melambangkan angkatan, acara yang membutuhkan kekompakan yaitu adalah: ACEX 2015 yeay! hum hua a'a hum hua a'a yeay!
Buat kalian-kalian semua yang punya kenalan perusahaan besar tulis aja di komen ya, biar admin bisa bantu Danusnya hehe.
Ok! Admin lagi seneng nih. ALHAMDULILLAH!!! Admin keterima. Walau bukan idtempat yang admin inginkan sih, tapi Allah itu selalu punya rencana. surah At Thur ayat 48  : Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri”    Dan ketahuilah, bahwa barangsiapa yang mengharapkan Allah, maka   Allah akan ada dimana dia mengharap.  Karena kita nggak bisa mendapatkan semua apa yang kita inginkan, Allah tau apa yang terbaik buat kita. mungkin aja admin disuruh ke seksi yang admin nggak inginkan karena admin nggak cocok di seksi yang diinginkan atau seksi itu terlalu sibuk sehingga bisa mengganggu kegiatan belajar admin atau yang lain-lainlah.
Ini dia daftar nama Panitia ACEX 2015! Selamat mencari nama admin. Walau typo hehe.

“Bagi teman-teman yang belum terpilih sebagai panitia acex 2015, sebagai satu 
angkatan, bantuan kalian sangat dibutuhkan demi kesuksesan acara angkatan kita dan kami harap, kalian tetap mensupport dan berpartisipasi bersama kami, kalian juga masih punya banyak kesempatan menjadi panitia, seperti panitia APRES 2015.”
Dengan ini, inilah nama-nama:
PANITIA ACEX 2015
Penaggung Jawab                              : M. Farraz Yusuf Abimanyu C. (8E)
Mufty Putratama S. (8D)
Ketua Panitia                                      : Zania Rahmadhani P. (8B)
Vito Sami F. (8D)
Sekretaris                                           : Mufida Savira (8D)
Thariq Razan (8B)
Bendahara                                         : Mahoni Adzhani N. (8D)
Dinda Rachma M. (8B)
Seksi–Seksi
Acara : Quinta Allaya E. (8C)
Haikal Pramono (8E)
Dhea Fatharani (8E)
Rania Andini (8B)
Fadhilah Intan Wardhani (8C)
Dylan Jayastru (8E)
Abhinaya Abdul (8E)
Michael Nathan (8E)
Dana Usaha : Aninda Inez Maharani (8D)
Hanarum Kamalinda I. (8B)
Sarah Batrisyia (8E)
Daffa Kaditya (8E)
Sarah Jamila Satria (8A)
Moza Abel Talitha (8A)
Almira Edria Sukma (8D)
Refi Syahreza (8D)
Davinka Az-Zahra (8C)
Humas dan Publikasi : Sekar Kinanti (8A)
Alya Syahrani (8C)
Kynan Dio Ramadhan (8A)
Armand Khalif Susetyo (8D)
Fasya Nazhirah Lukitaputri (8A)
Neira Ramadhania (8A)
Adeline Vashtianada (8E)
Rivan Faradi (8A)
Konsumsi : Nabila Athaya Z. (8E)
Athaya Nadira(8B)
Sheila Odelia (8C)
Firda Mahfuziahaq (8B)
Ajeng Nindia (8D)
Pendaftaran : Karina Amalia Y. (8A)
Trevina Natasadiya (8E)
Alfarizky (8B)
Shavira Sekar (8B)
Mutiara Widya (8B)
Audria Detta S. (8C)
Alya Nazhifa (8B)
Wichasta K.D.N (8C)
Faiza Nadia (8E)
Dokumentasi : Namira Azzahra (8C)
Daffa Adra Ghifari M. (8E)
Arvyza Rama Ajinugroho (8C)
Shafira Putri Indika (8B)
Aufiyya Naisa (8B)
Reyvanza Ryaas R.R.M (8C)
Perlengkapan : Hakan Hekmatyar (8B)
Hasan (8C)
Kienan M. Rehanshah (8C)
Alfian Zurvi (8B)
Althaf Radiffan (8A)
Fedrian Ibrahim (8C)
Aydin M. Irfan B. (8B)
Farrel Hafizh (8D)
Riza Raihan S (8D)
Kesehatan : Putri Adelia S. (8C)
Utari Kusumawardhani (8B)
Shahnaz Siti Afifah (8D)
Tresca Aulia (8A)
Moza Azahra (8D)
Aqila Alhaq (8B)
Daffa Sabri (8E)
Keamanan : M. Rafi Adiputra (8A)
Kafin Ghiyas (8A)
Haryo Bagas (8D)
Rafi Farhan Perkasa (8B)
Putra Nugraha Santosa (8E)
Daffaldo Suryoputra (8A)
Salsabila Azzahra (8C)
Design dan Dekorasi : Shanika Tysha Anqita (8D)
Azka Nurul F.P.M (8E)
Clarissa Shafa Fadhila (8B)
Savia Salsabila (8D)
Mayang A.H.A (8E)
Ranna Herteniza (8C)
Inggita Kanya (8C)
Farhan A (8D)
Adwitya Rafi (8A)
Fariq Bowo (8D)
Adristi Sahasika (8B)
Hafiza Alifia (8E)
Sie. Kebersihan : Deandra Putra (8D)
Fikri Affan Fadlil (8D)
Priyanti Nurul (8D) :) :D
Sie. Ticketing : Kayla Azura (8C)
Feysha Nazla Inshira (8A)
Astika Wirabhatari (8D)
Qanita Indira Justine (8E)
Sie. Bazaar : Fahira Anya Katili (8D)
Shafira Naya Aprisadianti (8E)
Nayla Adhisa (8C)
PenanggungJawab:
PJ Kording : Clarissa Shafa F. (8B)
Hasna Shafira (8D)
Salma Shabira (8D)
PJ Seminar : Radya Daniswara (8E)
Salman Alfatih (8E)
Ahmad Helmy Baagil (8D)
PJ Story Telling : Alika Kintany (8D)
Nadya Noor (8C)
Medinanda Radiandityo (8A)
PJ Fotografi : Salsabila Bianda (8B)
Adrian Musyafa S. (8E)
Arif Sofyan (8A)
Riska Noor A. (8A)
PJ Pertandingan Basket : Chrisna Arie Fawwaz (8A)
Akmal Yazid (8B)
Teresa Madeline (8A)
Rafi Krisnaputra (8D)
Zaidan Akbar (8A)
Syahrani Faza (8B)
Mandalika Driva (8C)
PJ Pertandingan Futsal : Zidan Fariz A. (8C)
Aqiila Qeyvashah (8C)
Nur Radifan (8C)
Husnul Daffa (8D)
Farhan Rizky Fathony (8A)
PJ Design Grafis : Fajar Rahmana Rajab (8D)
Alifyandra (8A)
Afif Alkanz (8E)
PJ Science Competition : Dzaki Aribawa D. (8D)
Azka Nurul Farhanah P.M (8E)
Kenzi Naufaldi (8C)
Tristan (8C)
Rayhan Adi (8E)
Aishya Rannan (8A)
PJ Math Competition : Zharif Fadhil (8A)
Fabian Andika (8C)
Rizky Abror (8D)
Della Namira (8D)
PJ Unplugged :  Syafira Aisyah (8A)
Denessa Farrah A. (8D)
Dwi Muhammad Rafi (8C)
Audrey Raviando (8A)
Anisa Fitri (8E)
PJ Berbalas Pantun : Kemal Idham (8C)
Sekar Kinanti (8A)
Azer Fauzan (8D)
Diandra Ayu (8A)
PJ BuluTangkis : RafiandoRafioen (8B)
Haydar M. Hanan (8C)
Naufal Daffa Andarwan (8B)
Hafiz Dwiandra (8A)
PJ Paskibra : Alifa Hana Syahrani (8A)
Aliya Azmi P (8A)
Alifa Hasnaridha W. (8E)
Atha Maulana (8C)
PJ Tennis Meja : M. Ihsan Rachman (8B)
Deija Shakina A. (8C)
RBH Wishnumurti (8A)
Raihananda (8B)
PJ Cerdas Cermat : Pandu Puncak P. (8B)
Syamil Muharror (8B)
Farrah Dina S. (8E)
PJ Labs Cultural Day : Almira Salsabila (8E)
Hana Shabira (8E)
Armand Khalif S. (8D)
Shafira Alyssa P. (8D)
Basyira Sabita (8B)
Asyila Amelia (8E)
Tagline ACEX 2015:
“ Pounding Friendship Through a Sparkling Journey”
Tema ACEX 2015:
“ Time Travel”

Monday, December 1, 2014

Update!

Assalamu'alaikum! Hey ho ... bro! Sori banget ya, admin baru bisa nge-post lagi soalnya admin agak mulai sibuk di kelas 8 ini. O ya, admin pada kesempatan kali ini mau cerita soal pengalaman serta persiapan admin menjelang UAS I. Yeay! Dua hari yang lalu, pasnya hari Sabtu, admin bersama sohib admin belajar bareng nihh, terus admin makan mie ayam yang dibeliin sama mbaknya admin. Pokoknya siang itu admin makannya banyak banget, mulai dari bakpao, tempe di-kentucky, wafer tango, sirup marjan, susu, pokoknya banyak deh. Nah sorenya, sohib admin kan udah pada pulang. Mulailah hal aneh terjadi. Admin mulai pusing nih ceritanya. Admin kira admin masuk angin soalnya,, admin pas malamnya itu tidur semalaman nggak pake selimut mana dingin banget tuh kamar. Akhirnya, admin MUNTABER. Tau gak sih gimana kesiksanya admin. Ada saat pas itu admin inget banget pas lagi parah banget. Admin tuh kayak mau muntah dan pup di saat yang bersamaan, akhirnya pas admin lagi lari ke kamar mandi sambil mikirin mau pup atau muntah duluan. Muntahlah semua isi perut admin (makanannya) di toilet kamar mandi. Gak enak banget. Setelah muntah dan pup beberapa kali admin di bawa ke rumah sakit dan ternyata admin keracunan makanan. Gyahaha. Admin pun diinfus selama setengah jam. Itu lumayan woi. Orang, adminkan masuk ke UGD terus admin ditemani dengan 3 orang yang sedang menderita luka-luka. Yang pertama, dateng berbarengan dengan admin yang ini yang serem, datang dengan luka di kaki di depan tulang kering dengan kondisi bagian otot sudah kelihatan penuh darah. Katanya sih malam itu tadinya, mereka mau pergi ke puncak naik motor pas lagi hujan! Ok, kalo admin sih udah biasa ya, sebagai calon dokter yang baik dan benar harus tahan sama yang gitu-gituan tapi tante admin paling gak kuat sama darah. Kenapa, tiba-tiba ada tante admin karena admin dianterin sama om tantenya admin, karena pas itu ortu admin lagi ke anyer jenguk adek di pesantren. Awalnya tante admin masih biasa-biasa aja karena masih bisa balik badan sampai datang 2 pasien berikutnya kakak-adik katanya rumah mereka rubuh dan kena kakak adik itu, sebenernya sih hanya bagian kamar mereka aja yang atapnya rubuh, tapi itu terjadi pas mereka lagi mau tidur. Yang paling parah itu kakaknya, kepalanya agak robek sampe harus dijahit 4 jahitan dan dibadannya banyak lecet-lecet. Kalo adiknya agak mendingan walau sama-sama luka di kepala. Akhirnya, tanteku pun keluar ninggalin aku di ruangan itu. Satu persatu pasien mulai ninggalin ruangan ninggalin aku bareng para perawat. Aku mulai nggak sadar karena ngantuk disebabkan waktu itu jam menunjukkan pukul 11-an. Pas disana aku ditanya mau muntah nggak aku jawab, udah nggak ada yang tersisa lagi. Pas infus udah selesai aku pun bangun lagi karena aku diinfus sambil tiduran, agak pusing sih pas bangun. Terus akhirnya pulang deh, ketika sampai di rumah perutku mulai bereaksi lagi, akhirnya aku muntah untuk yang terakhir hari itu, tapi aku muntahnya bukan makanan lagi tapi sudah tinggal busa aja. OK! Itu aja pengalaman pahit admin abis belajar bareng. Serius nggak enak. Pesan admin hati-hati pas lagi mau makan dan jangan jajan sembarangan. Selamat Malam!
Wassalamu'alaikum!
           PNF  

Tuesday, October 7, 2014

Update

Sori bru! Admin g jadi pos soal PJOK dikarenakan admin sedang belajar MTK

Saturday, September 27, 2014

+Update

Assalamu'alaikum! Sebagai tambahan admin bakal ngasih soal ujian lagi ke kalian. So stay tune ya!
Wassalamu'alaikum wr.wb.
               PNF

Update

Assalamu'alaikum! Yo, Yo, Yo! Apa kabs yo? Apa kabar. How are you today? Hau ar u tudey? Aduh, Admin minta maaf banget ya. Soalnya, admin udah jarang nge-post lagi. Tapi, admin akhir-akhir ini lagi mulai aktif loh. kan admin dah kelas 8. o, ya di sini nanti sebagai permintaan maaf admin. Admin bakal nemenin kalian dengan cerpen-cerpen admin yang di jamin menghibur banget. Buat kalian-kalian yang lagi galau B.G.T. atau Bored tingkat dewa. atau lagi nyari ide mungkin. Pokoknya, basically cerpen-cerpen ini based on Admin's imagination. Jadi admin tuh biasanya dapet banyak banget ide buat nulis pas lagi  macet dan ide ini based on Admin's true story 25% nya. Kasih bocoran ya. Admin dari kelas 7 tuh, punya senpai. Admin namain Kaka Kece. Nah, admin itu gak pernah bisa ngungkapin ke kaka kece dengan admin nulis ini admin harap kaka kece bakal nyadar. Kalo gak paling nggak ya, bisa bikin beberapa orang Geer lah. hehe.ok. kalo dikasih tau bocoran banyak-banyak nanti malah gak penasaran dong. Jadi stay tune ya di blog Admin. O, ya. ada yang punya pendapat gak? menurut kalian Admin buat ceritanya dalam bentuk Cerpen atau Cerbung ya? Sekian. Selamat Sore. Jangan lupa shalat ashar ya.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
              PNF

Saturday, September 6, 2014

Update #WelcomeBack

yo yo yo! ASSALAMU'ALAIKUM! WHAT'S UP MAN? Maaf ya, baru bisa update lagi soalnya lagisibuk dgn klas baru admin. '8D' yeah. seneng banget rasanya bisa masuk ke kelaas baru meski awalnya admin agak gugup dan ragu buat make connection with my new friends but i think why not. i do not want to be alone anymore like when i was in 7th grade. so i make connection actually unique connection i didn't ask that connection to them but the connection come to us naturally. oh ya, kalian tau gak sih kalo admin itu sebenernya dari kelas 7 udah punya senpai. Kaka Kece maksudnya. dan lagi labil akhir-akhir ini. soalnya, menurut kabar kaka kece udaah suka sama orang lain meski dia 'mungkin' gaak tau cewek itu suka gak sma dia. jadi admin agak sedih tapi tenang aja kaka kece admin bakal setia sama kaka. mau kaka tau atw gak. lagi nih, sebagai anakn kota yang asli. Tadi pagi admin menunjukkan kenorakan admin. Soalnya, tadi pagi admin ngeliat ada banyak hewan aneh gantung di dahan2 tanaman admin dan admin saking noraknya teriak-teriak ke orang satu rumah kalo ada hewan mengerikan yang bergerak-gerak. tapi, entah kenapa gak ada yang care. Soalnya, ternyata itu tuh kepompong yang belum jadi. Jadi, ulatnya masih bisa gerak-gerak. pindah tempat gitu, buat cari tempat yang PeWe. kayaknya baru itu doang yang bisa admin sampein. sekian Bye,
Wassalamu'alaikum
          PNF

Friday, July 18, 2014

Malam Jum'at di Rumah Sakit

Konon kabarnya, ada sebuah rumah sakit di suatu daerah yang di ruang ICU-nya siapapun yang dirawat disitu dipastikan akan mati pada Malam Jum'at. Entah benar atau tidaknya berita itu tak ada yang tahu. Sampai suatu hari, ada sebuah keluarga yang kakek dari keluarga tersebut sedang sakit keras sehingga dirawat di rumah sakit tersebut. Karena seluruh ICU di rumah sakit tersebut sedang penuh dengan terpaksa seluruh keluarga tersebut menerima kakek mereka dirawat di ruangan tersebut.
Sampai pada hari Kamis tiba seluruh keluarga tersebut sudah siap untuk mengaji semalam suntuk demi menjaga kakek mereka tercinta dari hal-hal yang tidak diinginkan. Bersama seluruh karyawan rumah sakit semuanya pun mulai mengaji.
Sampai pagi tiba tak ada apapun yang terjadi maka seluruh orang yang ada di situ pun menyelesaikan pengajian mereka. Karena mereka terlalu lelah mengaji semalam suntuk maka dari itu mereka semua pun jatuh tertidur. Tanpa mereka sadari, ada seseorang tak diundang yang masuk ke ruangan tersebut. Mencabut colokan seluruh alat yang menjadi penopang kehidupan kakek tersebut dan menggantinya dengan alat lain yang berbunyi sangat bising hingga membangunkan seluruh orang. Semuanya terkejut dan berteriak menyaksikan kelakuan orang tersebut dan memaksa mencabut alat yang sedang digunakan orang itu dan menyelamatkan kakek mereka. Penasarankan siapa orang yang telah menyebabkan kekacauan tersebut? Jawabannya adalah OB rumah sakit tersebut yang sudah tua dan tidak mengerti tentang hal-hal seperti itu.
TADAAA! Inilah cerita paling menyeramkan sedunia. Ehem ... maaf kalau ada yang bored.

Thursday, July 10, 2014

Orang Lain Dalam Diriku

Bruagh
Aduh … di mana ini, sakit banget pinggangku. Kenapa sepi banget ya di sini. Bagaimana  cara aku bisa ke sini dan kenapa tadi aku jatuh. Aduh, gimana nih … yaudah deh aku coba keliling di daerah ini, siapa tahu bisa dapet petunjuk. Bum … bum … bum … Hwaa … kenapa ini? Kenapa tanahnya bergetar? Apa gempa bumi? Hwaa!!! Aku pengen pulang Ayah, Bunda. Ini di mana? Mana rumahku. Ke mana semua orang? Apa yang terjadi di sini? Aduh, aku kan agak buta arah … hwaa…
Nguung … nguung … nguung …
“HWAAAA … Ah nyamuk! Pergi kalian … shuh … shuh … Uh. Udah mimpi buruk, kena eureup-eureup, digangguin nyamuk  lagi. Apa sih maunya nyamuk-nyamuk ini. Udah ah, tidur lagi aja. Siapa tahu kali ini mimpinya gak serem. Baca do’a dulu deh. Bismika allahumma ahya wabsmika aamuut Aamiin. Hooam … Grook … grook …” Abe pun tertidur, belum lama ia tertidur tiba-tiba …
Kukuruyuk … kukuruyuk …
Ayam milik tetangga Abe pun berbunyi.
“ARGGGHHH …! Kenapa siih. Abe kan cuma mau tidur, ada aja deh gangguannya. Nih, rasain nih ‘ayam’!” teriak Abe sambil melempar bantalnya ke jendela yang dekat dengan lokasi kandang ayam tetangganya. Padahal bantal itu tidak akan mungkin sampai ke kandang, karena dibatasi oleh dinding, “hmm … berhubung udah bangun dikarenakan beberapa gangguan yang ada, dengan berat hati. Saya ABeCe DeEeF bakal nerusin bangun. Hehe … solat subuh dulu ah. Udah jam berapa ya? Hmm … jam 4.21, bentar lagi adzan. Ya udah deh, berhubung sudah bangun. Mari kita bangunin Kak Ge. Maju jalan.” Lanjut Abe berbicara kepada dirinya sendiri.
Dok … dok … dok …
Abe mengetuk pintu kakaknya dengan kasar. Tapi, karena tidak dibuka-buka, Abe pun menerobos masuk ke kamar yang ternyata tidak dikunci itu dan …
“KAK GE BANGUUN!!! Udah mau adzan subuh nieh …” teriak Abe sambil menghambur ke kasur kakaknya, “eh, kok cuma bantalnya doang? Kakak mana ya,” Abe bergumam pada dirinya sendiri.
Braak …
“Hwaa … kaget eh kaget,” Abe mengucap latah mendengar suara kencang dari belakangnya.
“Hoi … ngapain sih ribut-ribut. Lagian ngapain tuh, tuh, loncat-loncat ditempat tidur kakak. Hush … hush … keluar sana,” usir Kak Ge yang saat itu hanya memakai handuk yang dipasang di pinggang dan baru saja keluar dari kamar mandi.
“Gyahahaha … kakak ngapain pake handuk doang. Nggak malu apa?” Tanya Abe.
“Ye … lagian mana kakak tau kalau pagi-pagi buta gini bakal ada monster yang nggak diundang masuk ke kamar kakak tanpa izin. Udah ah, sana keluar.” Jawab Kak Ge sambil mendorong Abe agar keluar dari kamarnya.
 “Ya udah deh, udah adzan deh kayaknya. Lebih baik aku shalat, mandi, terus siap-siap juga kayak Kak Ge. Eh, tapi tumben yak kok Kak Ge jadi rajin,” gumam Abe diluar kamar Kak Ge.
“Emang udah rajin dari sononya kale!” Teriak suara yang ternyata Kak Ge yang mendengar gumaman Abe.
“Huh, kepedean.” Ujar Abe sambil menjauh dan masuk ke kamarnya.
Setelah beberapa lama Abe bersiap-siap, Abe pun siap untuk berangkat ke sekolah. Abe biasa ke sekolah naik mobilnya setelah mengantar kakaknya ke sekolah.
“Dag … Assalamu’alaikum adek Kakak! Muach …” ujar Kak Ge begitu sampai di sekolahnya diiringi ‘kiss bye’ genitnya.
“Dag … Wa’alaikum salam Kak. Huek …” jawab Abe malas-malasan disertai gerakan muntahnya. Selanjutnya, perjalanan dijalani dengan tidur Abe.
Sesampainya Abe di sekolahnya, ia langsung duduk di samping Mita salah satu teman dari teman sekelasnya –Uwah … ribet amat ngomongnya- yang jelas setelah masuk ke kelas. Setelah duduk disampingnya dan setelah menyapanya, Abe biasanya diam kecuali ditanya. Tapi biasanya Abe suka berusaha JB-JB gitu –walau kalau sama ‘anak-anak eksis’ biasanya gak begitu nyambung dan malah ganggu-. Hari ini selasa, biasanya ada pertemuan sama wali kelas biasa disebut PA. Bertemu dengan guru yang paling care sama mereka ini dia Bu … Lina! Bu Lina dipersilahkan memasuki ruang kelas.
“Ya! Assalamu’alaikum 7C! Saya tahu sekarang semuanya lagi punya banyak tugas yang deadline-nya bentar lagi ya, saya juga lagi banyak tagihan yang deadline-nya bentar lagi. Tetep semangat dan jaga kesehatan. Bentar lagi UKK dan bentar lagi entri nilai akan ditutup. Hayooo … siapa yang masih punya tagihan-tagihan segera dilunasi, biar nanti pas lagi rapat dewan guru. 7C … Aman. Jangan lupa ekskul … ekskul … SPP, native juga. …” dan seterusnya. Abe memperhatikan sambil membuka-buka catatan tagihan PR-nya.
‘Huft … banyak banget nih yang belum. Kok ada penurunan ya? Perasaan semester 1 lebih rajin dari ini. Uh, mana sering ninggalin kelas lagi. Berapa banyak tugas kalo gitu.’ Gerutu Abe dalam hati.
Hari itu, berjalan seperti biasanya sampai sewatu istirahat …
‘Abe, masuk sana udah mulai tuh PA-nya’ ujar seorang teman Abe yang saat itu terlambat.
‘Oh, iya makasih ya. Tadi aku baru dari toilet,’ jawab Abe.
‘Euh …’ ujar kakak kelas yang lewat.
Dak …
‘ARGH …!’ teriak teman yang tadi memberi tahu Abe soal PA. Walau mendengar suara itu, Abe tetap berlalu bagai tak merasa apapun.
‘Gak tau terima kasih tuh anak. Udah dikasih tau malah nendang.’ Ujar teman itu.
Abe tetap berlalu, dengan perasaan aneh. Kenapa tadi dia nendang temannya itu, kenapa dia nggak minta maaf, kenapa … kenapa … kenapa …
“ARGHH …!!! Kenapa …?!?” teriak Abe tiba-tiba.
“Abe … abe …, kamu nggak apa-apa?” Tanya Runna, salah satu temannya dari kelas lain, “kamu ngelamun ya. Kamu beneran nggak apa-apa, kan?” Runna menyambung pertanyaannya dengan heran.
“Nggak kok. Nggak kenapa-napa. Iya, cuman ngelamun aja,” jawab Abe meyakinkan Runna.
“Oh ya udah, jangan lupa makan tuh makanannya nanti istirahatnya keburu selesai loh.” Runna mengingatkan.
“Iya, makasih ya.” Jawab Abe.
Kenapa ya, akhir-akhir ini aku jadi suka ngelamun, paranoid, susah bergaul, entah kenapa menghindari sosialisasi, dll. Aduh, kenapa juga mesti inget kejadian itu. Aku juga jadi bingung nih, kenapa setiap dalam lamunanku itu tentang kesalahan aku di masa lalu, aku berusaha dengan sangat mencari alasan untuk minta maaf atau apa gitu walau alasan itu nggak bakal mencuat keluar dan kenapa aku pas kejadian itu berlangsung, aku nggak langsung minta maaf. Ah … ya sudahlah. Kulupakan saja. Batin Abe.
Hari itu, berjalan seperti biasa dengan perasaan lebih cemas dari biasanya dan memikirkan hal itu berulang-ulang hingga tak bisa berkonsentrasi saat pelajaran berlangsung. Sepulang sekolah pun begitu, Abe duduk sambil menunggu supirnya dating menjemputnya sambil terkadang beberapa orang datang dan pergi untuk meminjam hp-nya. Akhirnya, supirnya pun meneleponnya dan menyuruhnya untuk segera menunggu di pos satpam. Selama diperjalanan Abe hanya termenung, lalu tanpa ia sadari ia mulai terkulai dan jatuh tertidur.
“Abe, ayo bangun sudah sampai rumah nih.” Ujar Pak Sirah.
“Ngh, oh … iya Pak, makasih ya.” Jawab Abe sambil mengucek matanya. Ia pun melangkah masuk ke rumahnya, setelah mencuci muka, tangan, dan kaki serta mengganti bajunya, dengan malas ia menyalakan wi-fi di rumahnya, mengambil laptop miliknya dan merebahkan dirinya ke kasur
“Kenapa ya, hidupku kok sedih banget tadi siang aku ulangan agama, basanya dapet bagus tapi sekarang dapet 84 uh. Terus, dalam hidupku kadang dikasih jabatan tapi sering di-non-fungsikan, terus aku selalu mimpi punya temen banyak yang nganggep aku ada dan bisa maklumin segala kesalahanku dan nggak ngejauh kala dideketin, emangnya  aku bau ya? Muak banget deh, dapet perlakuan yang sama sekali beda dari yang diharapkan. Kesel. Sebenernya aku ini kenapa sih beberapa hari ini. Udah ah, mending langsung kutanyain ke Mbah Google aja,” Abe berbicara kepada dirinya sendiri sambil marah-marah lalu menyalakan laptopnya, membuka internet dan mulai mengingat apa yang terjadi padanya.
“Hmm … kata kuncinya apa ya? Penyakit yang memiliki gejala paranoid, nggak mau sosialisasi, pendiam, susah senang, dan kadang nggak punya motivasi. Enter. Mmm…  apaan nih? Ski … Skiorenia … Skizofnia … Skizforenia … Ah … Skizofrenia. Penyakit apaan nih, coba ah buka site-nya,” ujar Abe, “Mmm … Skizofrenia kelainan mental tandanya gangguan proses berpikir, uh, semua gejala yang tadi kutulis di kata kunci muncul semua. Penyakit psikologi terberat yang tak bisa disembuhkan. Apaan nih, umur penderita lebih pendek dari orang normal. Puncak untuk menentukan kita skizofrenia atau nggak pas remaja itu kritis sekali dikarenakan pada saat itu kita sedang mencari identitas.Hwaa …” tangis Abe meledak. Ia nggak bisa ngebayangin, dia yang udah memiliki banyak penderitaan gitu harus dapet penderitaan lagi. Mana di sana tertulis berumur pendek lagi. Rasanya mau langsung mati aja deh.
Tok … tok …
“Be … Abe … kamu nangis? Kenapa?” Tanya suara diluar pintu, “Aku boleh masuk nggak?” Tanya suara itu lagi.
“Nggak boleh!!!” Abe meneriakkan jawabannya.
“Be … kamu kenapa sih? Ya udah deh kalau nggak mau jawab, Kakak tinggalin. Jangan lupa ya, nanti  sore ada les bahasa Inggris loh.” Suara yang ternyata suara Kak Ge itupun menyerah dan mengakhiri percakapan sore itu.
Sore itu benar-benar sore yang sedih bagi Abe, ia benar-benar kehilangan semangat karena artikel yang dibacanya itu. Selesai bersiap-siap, Abe pun masuk ke mobilnya untuk menuju ke tempat lesnya. Lesnya mulai jam 6.10 sore, jadi dia biasa berangkat dari rumah paling cepat jam 5.30 dan paling lambat jam 6.00 sore. Sesampainya di tempat lesnya, ternyata pelajaran telah dimulai.
“Hi … Abe, how are you?” Tanya Ms. El, guruku yang berasal dari Amerika.
Bad, My parents angry to me because I got bad score in one of my exams. Oh yeah, Ilham do you bring the cola?” tanyaku kepada teman sekelasku yang sebenarnya lebih tua dariku. Kak Ilham hanya menunjuk kepada sebuah plastic yang dapat kuperkira-kan –sebenernya bukan diperkirakan sih, tapi emang udah keliatan- isinya 1 botol sprite dan 1 botol Coca Cola dan setumpuk gelas.
Okay, Abe today we are talking about life expectancy. The first one long life and the last is short life. What future that you want to choose?” Tanya Ms. El.
I think I will choose the short one because bla … bla … bla … “Abe menjelaskan panjang lebar tentang penyakitnya dan artikel yang menyebutkan bahwa penderitanya memiliki umur pendek jadi dia bilang untuk apa dia hidup panjang kalau penderita kayak dia udah ditulis bakal berumur pendek sambil sesekali meneguk cola-nya dengan menambahkan efek dramatisasi.
Oh … you must not be like that, I know that feeling. When I’m in Junior High, it was one of the bad thing that I ever experience. You’re still young, your way still long. Don’t be sad. Just enjoy it.” Ms. El memberikan nasihatnya pada Abe dan Abe hanya manggut-manggut sambil meneguk cola-nya yang ke-3.
Ms. El, what time is it?” Tanya Abe.
It is 6.55. What happen? Do you want to go home earlier?” Tanya Ms. El.
No, I forgot to have a pray. May I go for a pray?” Tanya Abe yang nyaris melupakan shalat Maghribnya yang tinggal dihitung menit saja dapat menambah dosanya. Abe pun dengan terburu-buru menaiki tangga dan menuju ke ruang shalat. Setelah selesai shalat. Abe pun kembali ke ruangannya dan menyimak kembali pelajaran hari itu.
Selesai les, Abe pulang ke rumah menggunakan mobilnya sesampainya di rumah.
“Assalamu’alaikum,” ujar Abe sewaktu memasuki rumahnya.
“Wa’alaikumsalam,” jawab Bunda Abe, “Abe, kata Kak Ge tadi sore kamu nangis. Kenapa? Gara-gara nilai ulangan itu ya? Udah ah, nggak usah dipikirin. Gak selamanya orang bakal perfek. Ya udah kalau gitu kamu, sekarang shalat Isya’ dulu gih, udah masuk waktunya dari tadi. Abis gitu ganti baju, makan malam, dan langsung tidur. Jangan tidur kemaleman lagi, repot nanti Bunda sama Kak Ge. Tiap pagi harus ngegotong kamu ke kamar mandi buat wudhu.” Sambung Bunda.
“Iya, Bun. Aku istirahat dulu ya.” Abe menanggapi perintah Bunda sambil berlalu.
Malam itu, ketika mau tidur Abe menangis lagi. Abe berpikir
Apa jadinya ya, kalau aku mati nanti, belum punya keturunan atau nggak ada yang melayat atau apa jadinya ya, kalau ternyata aku sukses nanti kalau sudah dewasa dan aku lihat kalau banyak cowok maupun cewek, baik yang tua maupun muda mendekatiku karena aku sudah sukses. Sedangkan ketika aku belum jadi siapa-siapa, aku masih kecil harus DITINGGALKAN dan berada dalam banyak masalah yang menghimpit seperti ketika seorang Raja dalam permainan catur dalam posisi yang nyaris skak. Oh … rasanya nggak mungkin banget aku nerusin ini sendirian.
Dalam benak Abe klip-klip video yang biasa membuat Abe berhalusinasi muncul kembali. Kali ini Abe berteriak kencang dan memohon agar mereka melupakan itu. Padahal tak ada hal yang ada di sekitarnya yang mengganggu.
“Ukh … kenapa sih, paranoid itu datang lagi. Aku tahu, aku tahu, bahwa setiap hidup apapun yang kita alami itu bagaikan kepingan mozaik yang akan menyusun menjadi apakah kita nanti. Aku tahu benar, hidup perlu warna. Ada warna cerah dan gelap, tapi kenapa aku hanya diberikan warna gelap! Kenapa?” Abe mulai terkena halusinasi itu sampaii tertdur karena kelelahan.
Cit…cit…
Suara burung bersiul kali ini membangunkanku. Di pagi buta ini, kulihat jamku yang ada di tengah dinding yang menghadap kea rah jendela menuju dunia luar.
“Hoam … jam 5.00 pagi. Hmm … kok tumben nggak ada yang bangunin aku sih. Ya udah deh, aku wudhu dulu ah. Biar bisa cepat selesain solatnya dan melakukakan hal lain,” ujar Abe sambil bangkit menuju ke kamar mandi.
HWAA…!!!
Dok … dok … dok …
“Abe … Be … Ada apa? Kenapa teriak-teriak?” Tanya Kak Ge yang sekarang berada didepan kamar mandi setelah memaksa masuk ke kamar yang tidak dikunci itu.
“Ah … Kak Ge, nggak kok Kak. Cuma kaget aja, mataku bisa bengkak gini,” Jawab Abe.
“Oh, gitu. Ya udah Kak Ge keluar ya.”  Kata Kak Ge.
“Ntar dulu, Kak. Abe mau nanya, kenapa Abe nggak dibangunin buat shalat subuh?”  Tanya Abe.
“Siapa yang nggak bangunin coba? Kak Ge sama Bunda udah bangunin tapi kamu nggak mau bangun-bangun. Ya udah kita tinggal aja. Tap tetep bangun juga kan? Udah ya, kakak mau ke rumah Tante Sil, mau bantuin mendistribusikan kuenya.” kata Kak Ge sambil ngeloyor pergi.
“Tunggu Kak Ge, aku mau ikut. Mumpung hari libur, sekalian olahraga,” Sambar Abe sambil bergegas menyelesaikan madinya dan memakai bajunya, “Tadaa … udah siap. Ayo Kak Ge kita berangkat.” Abe menarik tangan Kak Ge ke rumah Tante Sil.
“Assalamu’alaikum Tante Sil! Kita sudah siap mendistribusikan kuenya nih,” ujar Kak Ge mewakili Abe.
“Kita? Bukannya kamu sendirian Ge?” Tanya Tante Sil.
“Iya Tante. Tapi, ada seorang anak lagi yang mau membantu, nggak apa-apa kan Tan. Lebih banyak orang yang bantuin lebih bagus,” jawab Kak Ge, “bolehkan Tante?” Kak Ge menyambung jawabannya dengan pertanyaan lagi.
“Iya boleh aja kok, tapi hati-hati ya. Awas mobil.” Tante Sil mengingatkan.
Setelah mendapatkan kuenya mereka membagi tugas dengan cara masing-masing memiliki kue masing-masing dan tujuan masing-masing. Jadilah mereka berpisah karena jalan yang ditempuh masing-masing berlawanan.
Menarilah dan terus tertawa … walau dunia tak seindah surga … bersyukurlah pada yang kuasa … cinta kita di dunia Selamanya …” sambil berjalan Abe mulai menyenandungkan lagu-lagu yang ia ketahui tiba-tiba.
“Loe bego banget sih, udah tau mau tampil malah pergi ke Lembang. Loe gak pernah diajarin apa buat milih salah satu dari jadwal. Loe mau yang mana ‘tampil’ atau ‘pergi sama keluarga loe ke lembang’? Asal loe tau aja ya, loe itu tuh udah di-cancel  buat acara ini. Soalnya yang datang lebih dari jam 10 itu bakal di-cancel dan kita udah buat formasi baru,” ujar temanku yang seperan dengan Abe dalam drama itu.
“Ya mana gue tau, gue udah bilang kok ke kakak kelas yang jadi PJ kelompok kita juga sama Aniva. Terus gue sekarang harus apa?” Tanya Abe.
“Terserah, loe pengen cari sutradaranya kek, PJ acara kek, PJ kelompok kita kek. Terserah loe deh mau ngapain aja.” Ujarnya sambil berlalu.
“Aku harus apa nih, uh.”
“ARGH…!!! Cukup udah. Nggak penting banget sih,” teriak Abe yang disambut dengan longokan beberapa kepala orang yang lewat, “kenapa sih, harus selalu kambuh begituan doang. Udah ah, pusing aku. Percepat aja langkahnya biar cepet nyampe.”
‘Beneran kamu masih mau hidup?’
“Oi! Siapa tuh. Jangan nakutin aku deh. Ini udah pagi-pagi nih,” ujar Abe.
‘Mmm … I thought you will never saw me. Buat apa sih hidup lama-lama kalau akhirnya Cuma bisa jadi buangan doang’ suara itu dengan gencar menyerangku.
“Ish! Apaan sih ini? Argh…” Abe mulai mengacak-acak barangnya dan jilbabnya. Ia seperti sedang menari suatu tarian aneh ditengah jalan. “pergi … pergi … jangan ganggu aku!” Abe mulai mengusir-usir suara itu. Sampai.
Tiin! Tiin!
“AAAA!!” teriak Abe.
“Aduh … aku dimana nih? Kok gini sih.” Abe keheranan, “Kenapa semuanya putih, kenapa semua orang menangis? Is that a crocodile tears? Mereka nangisin siapa? Lah, kok aku! Hoi semuanya, aku disini yang di situ bukan aku. Hoi! Kesini. Aku … aku … di sini.” Teriak Abe berusaha menyadarkan mereka sekuat tenaga.
“Percuma aja, kamu teriak-teriak nggak akan bisa didenger juga.” Ujar sebuah suara.
“Kamu siapa dan yang disamping kamu siapa? Tolong jelasin apa yang terjadi sama aku?” pinta Abe.
“Kenalin aku Ainda dan mereka Tiko dan Riko. Jelasinnya nanti aja, sekarang ikut kita yuk.” Anak yang katanya bernama Ainda itu menarik tanganku sedangkan dua anak lainnya yang sepertinya kembar hanya melirik kepadaku sambil tersenyum.
Aku dibawa ke suatu tempat yang indah, yang kalau kutebak mungkin taman bermain atau padang rumput dengan bunga dimana-mana, sebuah pohon besar dengan ayunan dari ban karet disalah satu dahannya, tempat itu terlihat lebih indah lagi karena saat itu sedang disinari lembayung senja yang menawan, di langit nammppak burung-burung terbang kesana kemari pulang ke sarang masing—masing, sebuah keluarga kucing tengah membuat barisan menuju ke sarang mereka pula dengan induknya di depan dan lima ekor anaknya mengekor dibelakangnya dengan dua diantaranya sedang bertengkar sebelum salah satu diantaranya dipindahkan dengan cara digigit oleh sang induk.
“Kita ini disini jiwa dari tubuh yang terbaring di kamar kita masing-masing, aku nggak tau gimana caranya kamu bisa di rumah sakit itu, tapi yang jelas sekarang kita di sini lagi bebas.” Jelas anak yang kuduga bernama Riko itu.
“Sekarang pertanyaannya, kamu masih mau bersama mereka atau tidak?” Sekarang giliran Tiko yang berbicara.
“Aku masih agak bingung. Masalahnya kalau di dunia aku agak nggak dihargai, jadi buat apa aku hidup,” jawab Abe.
“Hush, nggak boleh gitu nih aku kasih tau sebuah dalil biar kamu agak nyadar deh, Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas
terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari
rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (TQS. az-Zumar [39]: 53),” jelas Ainda, “lagian tadi kamu lihat kan, mereka itu sedih banget ngeliat kamu terkena musibah. Makanya kamu nggak boleh ngecewain mereka. Coba terus jangan nyerah, syukurin apa yang ada. Kamu belum tahu masa depan, nggak boleh tuh yang namanya mendahului takdir nanti bisa kualat. Mungkin mereka sebenernya saying sama kamu, cuman kamunya aja yang nggak nyadar dan malah ngehindarin sosial.” Nasihat Ainda.
“Ia juga sih, tapi … tapi … “ bantah Abe.
“Udah ini bukan waktunya buat berdebat. Sekarang kamu mau balik dan ngubah segalanya atau pergi selamanya dan ninggalin duka yang dalam di hati mereka masing-masing. Liatkan tadi kakak kamu kepukul banget, orangtuamu juga. Jangan pernah kecewain mereka,” potong Tiko.
“Iya sudah. Kalau menurut kalian  itu lebih baik, aku bakal balik ke sana. Kamu ikut balik nggak Ainda?” Tanya Abe.
“Nggak, Ini sudah waktunya buat aku untuk pergi. Waktuku sudah habis, makanya karena kamu masih punya waktu gunain waktu kamu sebaik mungkin ya. Selamat tinggal, Assalamu’alaikum.” Ainda pun menghilang dari pandangan sekarang tinggal Tiko dan Riko serta Abe yang masih bingung. Akhirnya aku pun kembali ke tubuhku yang terbaring di kasur rumah sakit. Saat aku membuka mataku …
“Ngh … aku dimana? Kenapa semuanya nangis?” Tanya Abe dengan penuh Tanya.
“Alhamdulillah ya Allah … Assalamu’alaikum Abe! Alhamdulillah kamu bisa bareng kita lagi ya.” Ujar Ayah dan Bunda.
“Iya loh, Abe. Tadi tuh kamu ketabrak mobil karena bla … bla … bla …” cerita Kak Ge panjang lebar.
“Iya loh, kamu udah koma selama tiga harian ini, syukur deh. Kamu masih dikasih kesempatan,” ujar salah seorang teman yang menjengukku.
“Huh, jadi aku ketabrak mobil ya. Oya, tau nggak? Selama aku koma tadi. Aku mimpi aneh kesuatu tempat, indah deh. Tadinya mau … bla … bla …” Akhirnya Abe mengetahui tentang kisahnya hingga bisa sampai di rumah sakit dan menceritakan mimpi anehnya selama dia koma.
Sekarang dunia telah menghangat. Semua orang juga semangat menghiburku. Akhirnya matahari mau juga menyinari hatiku yang beku oleh keegoisan. Mulai sekarang aku bakalan tetep semangat dalam menjalani hidup serta terus enjoy sama hidupku walaupun didera penyakit yang akan terus temani aku sampai mati. Aku bakal lebih ber-positif thingking mulai sekarang. Batin Abe.

-Tamat-